Lets flight to Bali feel and touching all of the beautifull places in this photos..
Kamis, 23 Juli 2015
Tak perlu perdamaian
Perdamaian tdk diperlukan manakala kita tidak pernah berkelahi.
Kalau kita sering berdamai dan pinter berkompromi utk mencapai kedamaian, maka itu juga berarti bhw kita sering dan suka berkelahi.
Stop berkelahi, maka kata 'perdamaian' akan hilang dari kamus kehidupan kita.
Kalau kita sering berdamai dan pinter berkompromi utk mencapai kedamaian, maka itu juga berarti bhw kita sering dan suka berkelahi.
Stop berkelahi, maka kata 'perdamaian' akan hilang dari kamus kehidupan kita.
Selasa, 21 Juli 2015
kadengan/tahi lalat
jenis kadengan yang berbahaya, berakibat kurang baik bagi
pasangan ataupun pembawanya diantarana:
KADENGAN CLEDU NGINYAH
KADENGAN yg terletak ditengah alis yang dipercayai menyebabkan orangnya "panas" dalam
artian banyak kesulitan. jika orang tersebut telah menikah, salah satu dari
pasangan pasti kalah. maksudnya akan terjadi perceraian.
KADENGAN APIT WANGKE,,
tahi lalat yang terletak di bagian kelamin, dan lebih menakutkan lagi terdapat di
bagian dalam kelamin wanita . pengaruh bagi pemiliknya, diyakini menyebabkan
lawan jenisnya (suami atau istri) meninggal. penyebab terjadinya keyakinan
seperti itu tidak lain karena dendam yang dimiliki oleh leluhur si pemilik kadengan.
dendam itu terjadikarena pada kehidupan yang lalu pernah dikecewakan lawan
jenisnya. yang dimaksud dengan dikecewakan disini adalah pemutusan hubungan
secara paksa dengan pemegat tresna. berapa lama atau berapa korban yang
diminta kadengan tersebut tergantung dari sumpah yang bersangkutan dikala itu.
untuk para lelaki, waspadai kadengan di ujung kelamin karena tanda seperti itu
memiliki pengaruh paling keras dibandingkan bagian kelamin lainnya disamping
libido yang tinggi atau haus seks.
kendatipun demikian, tak dipungkiri kematian itu bisa saja tidak terjadi apabila
lawan jenisnya memiliki kekuata spiritual tertentu atau iman yang kuat. dalam
posisi seperti ini, yang menjadi korban adalah anak dari pasangan tersebut.
pasangan ataupun pembawanya diantarana:
KADENGAN CLEDU NGINYAH
KADENGAN yg terletak ditengah alis yang dipercayai menyebabkan orangnya "panas" dalam
artian banyak kesulitan. jika orang tersebut telah menikah, salah satu dari
pasangan pasti kalah. maksudnya akan terjadi perceraian.
KADENGAN APIT WANGKE,,
tahi lalat yang terletak di bagian kelamin, dan lebih menakutkan lagi terdapat di
bagian dalam kelamin wanita . pengaruh bagi pemiliknya, diyakini menyebabkan
lawan jenisnya (suami atau istri) meninggal. penyebab terjadinya keyakinan
seperti itu tidak lain karena dendam yang dimiliki oleh leluhur si pemilik kadengan.
dendam itu terjadikarena pada kehidupan yang lalu pernah dikecewakan lawan
jenisnya. yang dimaksud dengan dikecewakan disini adalah pemutusan hubungan
secara paksa dengan pemegat tresna. berapa lama atau berapa korban yang
diminta kadengan tersebut tergantung dari sumpah yang bersangkutan dikala itu.
untuk para lelaki, waspadai kadengan di ujung kelamin karena tanda seperti itu
memiliki pengaruh paling keras dibandingkan bagian kelamin lainnya disamping
libido yang tinggi atau haus seks.
kendatipun demikian, tak dipungkiri kematian itu bisa saja tidak terjadi apabila
lawan jenisnya memiliki kekuata spiritual tertentu atau iman yang kuat. dalam
posisi seperti ini, yang menjadi korban adalah anak dari pasangan tersebut.
Pendidikan balita
Apakah Pendidikan Itu?
Orang tua memiliki peran utama dalam keberlanjutan pendidikan anak-anaknya; mereka dapat “menghitam-putihkan” anak-anaknya dari sisi pendidikan. Namun dalam hal yang satu ini (keberlangsungan pendidikan), juga sangat tergantung dari anak-anak. Metode pendidikan tidaklah bersifat sepihak; sangat dibutuhkan kerja-sama moral antara orang tua dan anak.
“seorang pelajar wajib menuntut pengetahuan dan keutamaan;
Jika sudah berumur duapuluh tahun barulah memikirkan asmara,
Jika sudah menjadi tua, berpeganglah pada ucapan-ucapan yang baik
Hanya tentang lepasnya atma kita mesti berguru
Sebagai orang tua memang harus “kaya” dengan ilmu pengetahuan dan juga penuh dengan keutamaan-keutamaan. Dengan inilah nanti orang tua menjalankan fungsinya dan dengan demikian mampu untuk mengendalikan, membina, mengembangkan kepribadian anak-anaknya. Dengan perkataan lain, menyesallah sebagai orang tua, manakala masa muda tidak dimanfaatkan untuk menuntut pengetahuan dan menuntut keutamaan- keutamaan, karena disamping tidak mampu untuk memahami kebutuhan anak, juga tidak mampu mengembangkan pribadi secara patut.
Skala-skala pendidikan dalam Hindu sangat memperhatikan siklus pertumbuhan dan perkembangan manusia, pisik maupun non-pisik, yang artinya bahwa para orang tua harus memperhatikan skala ini dengan baik. Setiap mahluk, apalagi yang namanya mahluk manusia haruslah menumbuh-kembangkan perkembangan pisik dan non-pisik secara seimbang. Kesehatan, pendidikan moral, pendidikan sekuler harus terintegrasi dalam setiap pendidikan. Dengan cara ini pula akhirnya, akan memahami (bagi atau menurut Hindfu) memahami kelepasan atman (patilaring atmeng). Persiapan untuk sampai ke puncak inilah (patilaring atmeng) harus berani melakukan berbagai atau semua hal yang bisa jadi sangat tidak nyaman.
Modernisasi.
Kini telah terjadi perubahan yang sangat radikal dalam kehidupan bermasyarakat; bahwa sebelum tahun duaribu, pernah diramalkan, orang tua bukan lagi sebagai pendidik utama bagi anak-anaknya sebelum masuk sekolah, namun itu merupakan hasil didikan para baby-sitter atau para pembantu.Artinya, telah terjadi pergeseran nilai yang akan senantiasa berlanjut yang hanya para orang tua bijak yang mampu menghentikannya yang diutamakajn dulu pada lingkungan keluarga.
Melihat betapa pentingnya pendidikan dan adanya berbagai kendala bagi anak-anak, secara makro, sangatlah penting menempatkan keluarga sebagai pusat pendidikan. Atau dengan kata lain, pendidikan formal masih sangat membutuhkan kehadiran keluarga dalam pembinaan.
Masa anak-anak – masa remaja memang harus memperoleh p[endidikan yang benar…
Orang tua memiliki peran utama dalam keberlanjutan pendidikan anak-anaknya; mereka dapat “menghitam-putihkan” anak-anaknya dari sisi pendidikan. Namun dalam hal yang satu ini (keberlangsungan pendidikan), juga sangat tergantung dari anak-anak. Metode pendidikan tidaklah bersifat sepihak; sangat dibutuhkan kerja-sama moral antara orang tua dan anak.
“seorang pelajar wajib menuntut pengetahuan dan keutamaan;
Jika sudah berumur duapuluh tahun barulah memikirkan asmara,
Jika sudah menjadi tua, berpeganglah pada ucapan-ucapan yang baik
Hanya tentang lepasnya atma kita mesti berguru
Sebagai orang tua memang harus “kaya” dengan ilmu pengetahuan dan juga penuh dengan keutamaan-keutamaan. Dengan inilah nanti orang tua menjalankan fungsinya dan dengan demikian mampu untuk mengendalikan, membina, mengembangkan kepribadian anak-anaknya. Dengan perkataan lain, menyesallah sebagai orang tua, manakala masa muda tidak dimanfaatkan untuk menuntut pengetahuan dan menuntut keutamaan- keutamaan, karena disamping tidak mampu untuk memahami kebutuhan anak, juga tidak mampu mengembangkan pribadi secara patut.
Skala-skala pendidikan dalam Hindu sangat memperhatikan siklus pertumbuhan dan perkembangan manusia, pisik maupun non-pisik, yang artinya bahwa para orang tua harus memperhatikan skala ini dengan baik. Setiap mahluk, apalagi yang namanya mahluk manusia haruslah menumbuh-kembangkan perkembangan pisik dan non-pisik secara seimbang. Kesehatan, pendidikan moral, pendidikan sekuler harus terintegrasi dalam setiap pendidikan. Dengan cara ini pula akhirnya, akan memahami (bagi atau menurut Hindfu) memahami kelepasan atman (patilaring atmeng). Persiapan untuk sampai ke puncak inilah (patilaring atmeng) harus berani melakukan berbagai atau semua hal yang bisa jadi sangat tidak nyaman.
Modernisasi.
Kini telah terjadi perubahan yang sangat radikal dalam kehidupan bermasyarakat; bahwa sebelum tahun duaribu, pernah diramalkan, orang tua bukan lagi sebagai pendidik utama bagi anak-anaknya sebelum masuk sekolah, namun itu merupakan hasil didikan para baby-sitter atau para pembantu.Artinya, telah terjadi pergeseran nilai yang akan senantiasa berlanjut yang hanya para orang tua bijak yang mampu menghentikannya yang diutamakajn dulu pada lingkungan keluarga.
Melihat betapa pentingnya pendidikan dan adanya berbagai kendala bagi anak-anak, secara makro, sangatlah penting menempatkan keluarga sebagai pusat pendidikan. Atau dengan kata lain, pendidikan formal masih sangat membutuhkan kehadiran keluarga dalam pembinaan.
Masa anak-anak – masa remaja memang harus memperoleh p[endidikan yang benar…
jadilah PENGUSAHA OnLiNe
Tamat sekolah/Kuliah, tapi sulit cari kerja?
Bosan Jadi pegawai, ingin usaha sendiri?
Berani habiskan duit untuk Gadget ato hal-hal ga pentinglainnya, tapi kenapa tak mau keluar modal usaha SEUMUR HIDUP?
Cobalah ikuti pelatihan ini, dan jadilah PENGUSAHA ONLINE, usaha sendiri, berpenghasilan dari GAME ANDROID. Ayo jadilah technopreneur!!
Bosan Jadi pegawai, ingin usaha sendiri?
Berani habiskan duit untuk Gadget ato hal-hal ga pentinglainnya, tapi kenapa tak mau keluar modal usaha SEUMUR HIDUP?
Cobalah ikuti pelatihan ini, dan jadilah PENGUSAHA ONLINE, usaha sendiri, berpenghasilan dari GAME ANDROID. Ayo jadilah technopreneur!!
Senin, 20 Juli 2015
puisi
Selalu saja berisyarat kata mendayu, bahkan pagi telah enggan membaca,
bunga kamboja tersentuh cahaya mentari, bersinar kuningnya silau seolah
menatapku tajam, kemudian berkata, sadarlah engkau sedang hanyut dalam
alunan nada asmara, tapi aku tak sangka, mungkin rambut panjangnya yg
membuatku lupa, atau aku mendapat rasa tanpa karena?
Langganan:
Komentar (Atom)


